Senin, 18 April 2016

Distribusi Tenaga Sistem TN



Distribusi Tenaga Sistem TN

            Indonesia saat ini menggunakan distribusi tegangan 3 x 380/220V. Maksunya ada tiga cara untuk mendapatkan 380volt dan ada tiga cara untuk mendapatkan 220 volt. Sistem TN adalah sistim pendistribusian tenaga listrik yang dilengkapi dengan penghantar netral dan penghantar Protective Earth(PE/pembumian),dimana dalam pendistribusian ini diperlukan pengaman untuk menghindari kecelakaan listrik.
Kabel-kabel dalam listrik dibagi atas tiga macam, Phasa , Netral dan PE(Protective Earth).

1. Kabel Phasa (Line)
        Kabel Phasa adalah kabel yang bertegangan listrik. Dalam pendistribusian listrik, Kabel phasa dibagi lagi menjadi 3 Phasa 1 , phasa 2 dan phasa 3 . Masing-masing penghantar ini memiliki warna isolasi tersendiri, yaitu Merah , Kuning dan Hitam.

2. Kabel Netral
       Kabel Netral yaitu kabel yang tidak bertegangan. Kabel netral digunakan sebagai pasangan untuk kabel phasa , yang jika dipadukan akan menghasilkan tegangan 220 Volt.

3. Kabel Protective Earth
      Kabel protective Earth (PE) atau grounding yaitu kabel yang tidak bertegangan,dan di tanamkan ke tanah. Kabel PE ini dihubungkan pada bagian yang tidak bertegangan (casing logam/non logam) dari peralatan listrik yang kemudian dihubungkan ke Tanah. 
       Ketika kebocoran listrik terjadi , maka arus yang masuk ke casing sebuah peralatan akan langsung mengalir ke kabel PE dan langsung mengalir ke tanah dan langsung mematikan MCB. Maka seluruh peralatan tadi akan aman jika tersentuh.


Ada 6 cara untuk mendapatkan teganan. 

Dari gambar 1. Kita dapatkan :
  • Kabel phasa 1 dengan kabel phasa 2            = 380 Volt
  • Kabel phasa 1 dengan kabel phasa 3            = 380 volt
  • Kabel phasa 2 dengan kabel phasa 3            = 380 volt
  • kabel phasa 1 dengan kabel netral                = 220 Volt
  • kabel phasa 2 dengan kabel netral                = 220 Volt
  • kabel phasa 3 dengan kabel netral                = 220 Volt


Maka kita ambil kesimpulan :

  • Kabel phasa yang di padukan dengan kabel phasa akan bertegangan 380 volt.
Kabel Phasa jika di padukan dengan kabel netral akan bertegangan 220 volt.
Sebuah kabel tidak bertegangan.

         Namun kabel PE juga bisa sebagai pasangan dengan kabel Phasa, namun hal ini tidak boleh dilakukan mengingat kabel PE sudah tertanam di tanah, yang akan membuat arus listrik mengalir ke tanah (Arus gangguan tanah). Dan fungsi sebenarnya dari PE yaitu sebagai pengaman , akan hilang.



Tambahan :

  • Kontak listrik yang terjadi pada manusia saat memegang kabel yang berteganan disebabkan manusia masih menginjakkan kaki/kontak langsung dengan kulit pada tanah/lantai yang sebenarnya sudah terhubung dengan kabel PE/grounding.
  • Kabel phasa akan menyalakan lampu tespane. Dan kabel netral tidak.
  • Listrik rumah tetangga menyala,namun dirumah sendiri padam ini penyebabnya.

          Listrik di rumah anda padam disebabkan karena ada pemutusan listrik atau gangguan pada phasa/jalur dari distribusi listrik sehingga arus tidak mengalir pada phasa tersebut, namun pada phasa yang lain arus listrik masih mengalir, sehingga tetangga yang menggunakan phasa tersebut masih dapat menikmati listrik.

0 komentar:

Posting Komentar